
Jakarta, maltaphotoaward Indonesia
—
Tongkat lightsaber asli yang pernah digunakan Mark Hamill kala syuting sebagai Luke Skywalker dalam pertarungan klimaks dengan Darth Vader di
Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back (1980)
terjual dalam lelang.
Properti lightsaber ikonis tersebut terjual pada Rabu (15/7), melampaui prediksi dan mencetak rekor dengan capaian angka US$3,75 juta atau setara dengan Rp64,4 miliar (US$1=Rp17.990).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lightsaber tersebut begitu ikonis karena dalam adegan pertarungan dengan Darth Vader, the Sith Lord memotong tangannya dan mengucapkan kalimat terkenal “Aku adalah ayahmu”.
Diberitakan
The Hollywood Reporter
, properti itu awalnya ditawarkan seharga US$1 juta dan diperkirakan akan terjual dalam kisaran tersebut hingga US$2 juta.
Menurut balai lelang Heritage Auctions, angka US$3,75 juta menetapkan rekor lelang dunia baru untuk properti Star Wars yang digunakan di layar.
Rekor sebelumnya dipegang oleh model asli pesawat tempur X-wing berukuran 20 inci yang digunakan dalam pertempuran luar angkasa di film Star Wars pada 1977, sebuah karya yang terjual seharga US$3,135 juta pada Oktober 2023.
Kedua angka tersebut dikalahkan pemegang rekor dalam kategori karya seni, yaitu lukisan poster setengah lembar asli karya Tom Jung untuk Star Wars: Episode IV – A New Hope yang terjual seharga US$3,875 juta.
“Ini adalah salah satu artefak Star Wars terpenting yang masih ada,” kata wakil presiden eksekutif Heritage, Joe Maddalena, dalam pernyataannya.
“Artefak ini berasal dari klimaks emosional The Empire Strikes Back – adegan yang selamanya mengubah saga dan menghasilkan salah satu momen paling tak terlupakan dalam sejarah perfilman,” lanjutnya.
“Para kolektor memahami bahwa mereka menawar lebih dari sekadar properti. Mereka bersaing untuk mendapatkan sepotong mitologi modern yang otentik.”
Lightsaber itu dibuat dari unit lampu kilat Graflex yang dimodifikasi dan disertai dengan perlengkapan efek tangan terputus asli yang dibuat oleh Stuart Freeborn.
Freeborn merupakan penata rias yang juga membantu menciptakan Yoda dan banyak efek rias dalam waralaba tersebut.
Menurut Heritage, lightsaber tersebut merupakan warisan langsung dari Freeborn yang meninggal di London pada 5 Februari 2013.
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video maltaphotoaward]
Baca lagi: Respons AHM Soal Vario Evo 160 Rembes Usai Sehari Dipakai
Baca lagi: Pejabat Madiun Viral Main Game Saat Rapat Paripurna DPRD, Siapa Dia?
Baca lagi: Sinopsis The Apartment Job, Mantan Gangster Nikah Palsu demi Uang

4 Responses
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://kldp.org/comment/274653 deh, lengkap parah!
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296977758_htm
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297368049_htm
Bahasannya sangat berbobot dan terstruktur dengan baik dari awal sampai akhir. Sukses terus untuk blognya! Kebetulan kemarin sempat baca ulasan sejenis yang detail di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320687135_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297577958_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297006400_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297065619_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297580690_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320295813_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320162897_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297143687_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320639210_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320376741_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320044416_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320487854_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320257185_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320271534_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296999715_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320468067_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320381965_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297177551_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297597217_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320249271_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297272788_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320466444_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297525704_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320500660_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320428627_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297027160_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320481427_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320478695_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297186806_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296891768_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297295043_htm
https://blog.dma.org/page/88/?pages-list